Bagi kita, Teis dan Ateis bisa berkumpul, Muslim dan Kristiani bisa bercanda, Artis dan Atlit bisa bergurau, Kafirin dan Muttaqien bisa bermesraan. Tapi Pluralis dan Anti Pluralis tak bisa bertemu (Ahmad Wahib)

Jumat, 28 Oktober 2011

Mengenang Dua Puluh Enam Tahun


dua puluh enam tahu
catatan perjalanku bersamamu
berziarah ke sendangsono 
masih terasa bekas tapak kakimu 
 menyusuri jalan curam berterjal 
 lembah saksi di perbukitan menoreh 
 saat pagi masih berkalang kabut 
  dua puluh enam tahun
pada tuhan kau meminta-minta 
atas nama bapa, putera
 dan roh kudus, amin
sujud berlutut di batu besar 
agar cinta dua anak manusia 
tak lekas merambat minggat 
 
dua puluh enam tahun 
 betapa batu besar ini 
tempat pernah kau bersujud meminta
sudah tak terasa hangat lagi 
  dingin oleh taburan embun semalam 
kini hanya menjadi saksi sunyi
kehadiranku dalam sendiri

  dua puluh enam tahu
masih aku kenang semuanya
selagi aku masih menolak lupa
sementara matahari merunduk malu 
bias cahayanya membawa cerita
betapa tapak cintamu
masih ada di sekitar sini
 
15 Januari 2011







Salam,

Joe Hoo Gi




 
Print Friendly and PDF

Artikel Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *