BAGI KITA, TEIS DAN ATEIS BISA BERKUMPUL, MUSLIM DAN KRISTIANI BISA BERCANDA, ARTIS DAN ATLIT BISA BERGURAU, KAFIRIN DAN MUTTAQIN BISA BERMESRAAN. TAPI PLURALIS DAN ANTI PLURALIS TAK BISA BERTEMU (AHMAD WAHIB)

Senin, 21 Oktober 2013

Siauw Giok Tjhan Dalam Keranda Puisi


siauw giok tjhan
sosok kepahlawanannya
tidak pernah ditulis 
dalam sejarah resmi indonesia


siauw giok tjhan
jasa peran kepahlawanannya dihapus 
ketika orde berubah menjadi baru

siauw giok tjhan
lahir di surabaya 23 maret 1914
dibesarkan menjadi aktivis pejuang di era soekarno
tapi ketika masa tua 
meringkuk di penjara selama 13 tahun
sebagai tahanan politik
tanpa proses pengadilan

siauw giok tjhan
dibebaskan mei 1978
karena kondisi kesehatan 
yang semakin memprihatinkan
akibat represifitas orde baru
siauw harus kehilangan matanya
kemudian oleh keluarga 
dilarikan ke belanda
siauw meninggal dunia di negeri orang
20 november 1980

siauw giok tjhan
sejak kecil sudah berjuang 
melawan kebudayaan rasis
ketika remaja menjadi jurnalis 
di harian matahari
sebuah koran nasionalis 
yang banyak meliput kegiatan taman siswa
ketika menjadi pemimpin redaksi
visi harian matahari telah diperluasnya 
menjadi pro kemerdekaan 
anti fasisme jepang
sehingga oleh rezim kependudukan jepang
siauw menjadi target 
teror dan intimidasi
koran matahari dibredel
siauw dinyatakan buron

siauw giok tjhan 
ketika indonesia merdeka
siauw mendirikan organisasi massa
angkatan muda tionghoa dan palang biru
visi misinya melanjutkan revolusi belum selesai
termasuk turut bertempur 
bersama arek surabaya 10 november 1945
setahun setelah indonesia merdeka

siauw giok tjhan 
meskipun peranakan tionghoa
tapi tidak berminat 
masuk ke partai tionghoa indonesia
siauw justru masuk ke partai sosialis indonesia
bergabung bersama sutan sjahrir, 
amir sjarifuddin dan tan ling djie.
bahkan siauw menganjurkan 
orang indonesia peranakan tionghoa
melebur langsung dalam revolusi nasional
progresifitas dirinya 
telah membuat bung karno
menunjuk siauw untuk duduk 
di komite nasional indonesia pusat

siauw giok tjhan
penggagas undang-undang 
kewarganegaraan republik indonesia tahun 1946
bahwa semua golongan indo asia dan eropa 
harus melebur menjadi orang indonesia sejati
menjadi patriot dan demokrat indonesia

siauw giok tjhan
meskipun orang indonesia peranakan tionghoa
tapi dia tidak suka dipandang sebelah mata
baginya di indonesia 
hanya ada satu bangsa:
indonesia.
memperjuangkan orang tionghoa 
sebagai bagian dari indonesia
tanpa harus mempersoalkan ketionghoaannya
sama dengan tidak mempersoalkan
orang jawa, orang sunda, orang betawi
orang madura, orang dayak, orang bugis,
orang minang, orang papua
dan sebagainya

siauw giok tjhan
untuk mewujudkan visi misinya
mendirikan organisasi baperki 
(badan permusyawaratan kewarganegaraan indonesia)
sebagai wadah perjuangan 
untuk terbentuknya nasion indonesia
yang tidak mengenal diskriminasi rasial 
sesuai prinsip bhinneka tunggal ika
 
siauw giok tjhan 
pada awal orde baru
ketika soeharto naik kekuasaan
menjadi orang nomor satu di indonesia 
segalanya mendadak berubah total 
siauw ditangkap dan diintimidasi 
oleh para tentara (bukan polisi)
selama 13 tahun meringkuk di terali besi 
tanpa proses pengadilan
baperki dibubarkan
para anggotanya ditangkap dan dibunuh
segala kontribusi perjuangan dan pemikirannya
dihapus dalam sejarah indonesia.


Salam,
Joe Hoo Gi 




Print Friendly and PDF

Artikel Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *