BAGI KITA, TEIS DAN ATEIS BISA BERKUMPUL, MUSLIM DAN KRISTIANI BISA BERCANDA, ARTIS DAN ATLIT BISA BERGURAU, KAFIRIN DAN MUTTAQIN BISA BERMESRAAN. TAPI PLURALIS DAN ANTI PLURALIS TAK BISA BERTEMU (AHMAD WAHIB)

Rabu, 04 November 2015

Hutanku Habis Udara yang Kuhisap Racun


Tanyakan kepada masyarakat yang tinggal di daerah Kalimantan betapa bencana asap dari hutan yang dibakar sudah ada sejak era kekuasaan rezim Suharto. Tiap tahun pada setiap musim kemarau ada saja hutan yang ludes terpanggang api. Bukan kondisi kemarau yang menjadi penyebab hutan terbakar, melainkan faktor kesengajaan manusia yang telah membakarnya untuk membuka lahan baru. Tak satu pun hukum menjangkau bagi pelaku yang selalu melakukan penghancuran kepada hutan-hutan di Kalimantan. Jika hutan terbakar maka polusi asapnya dibawa angin merambah ke segala penjuru daerah Kalimantan, sehingga udara yang dihisap masyarakat adalah racun.



Bencana terbakarnya hutan-hutan di Indonesia bukanlah murni bencana alam, melainkan bencana yang sengaja dilakukan oleh kerakusan manusia yang berakibat fataal kehancuran ekosistem dan semakin memburuknya kesehatan manusia. Maria Neira, Direktur Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Badan Kesehatan Dunia (WHO)telah menyebutkan sebanyak 9 dari 10 orang ternyata menghirup udara berkualitas buruk atau sebanyak 92% populasi di dunia hidup dengan kulatitas udara yang buruk dan 6,5 juta orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat polusi.


Saya buktikan sendiri pada September 1997 ketika saya mengadakan perjalanan ke hutan-hutan di Kalimantan Tengah dan Selatan. Semua hutan sudah pada gundul hanya sisa-sisa abu yang terlihat. Tak ada satwa yang kujumpai, burung-burung tak ada lagi tempat untuk menghinggap. Mana hutan-hutanku ? Apakah saya harus bertanya kepada rumput bergoyang, sementara di sini rumput pun sudah sulit kujumpai.

Kondisi ini telah mengingatkan saya kepada pesan lagu Cerita Kakek yang dibawakan oleh Tom Slepe pada tahun 1993 di albumnya Cinta Itu Nikmat:

dengar kisah dari kakekku dulu
tentang tanah tempat kelahiran ibuku
hijau lebat rimba tak terkira 
oo...indahnya

sungguh kisah itu tak kupercaya
setelah melihat dengan mata kepalaku
mana hijau hutan kami dulu
oo...di mana 

pada siapa kami dapat bertanya tentang ini
dan siapa yang dapat menjawab semua ini
burung-burung tak ada lagi
tempat bertengger telah mati
terlindas arusnya zaman
dan ini salah siapa


Mungkinkah kepolisian dan kejaksaan akan mampu bertindak tegas dalam melakukan tindakan penegakan hukum bila di dalam raksasa perusahaan-perusahaan perkebunan yang memiliki potensi terkait dengan pembakaran hutan ternyata di belakangnya ada komisaris para mantan pembesar dalam lembaga penegak hukum? (Imam Budidarmawan Prasodjo, 2015) 

Sebagai catatan, khusus untuk lagu Tom Slepe berjudul Cerita Kakek hingga sampai sekarang belum ada satu pun dari anak bangsa yang mengunggah dan membahas lagu tersebut di dunia maya. Bila anda mencoba browsing tidak akan bakalan menemukan lagu Tom Slepe berjudul Cerita Kakek, jika kemudian setelah saya memposting lagu Tom Slepe berjudul Cerita Kakek ini lantas di kemudian kelak anda menemukan lagu tersebut ini yang telah tersebar di berbagai website maka berarti ada pihak-pihak yang diam-diam mengunggah lagu tersebut melalui postingan saya ini, kecuali mencantumkan atau telah seijin dari saya. 

Salam,
Joe Hoo Gi 



Print Friendly and PDF

Artikel Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *