BAGI KITA, TEIS DAN ATEIS BISA BERKUMPUL, MUSLIM DAN KRISTIANI BISA BERCANDA, ARTIS DAN ATLIT BISA BERGURAU, KAFIRIN DAN MUTTAQIN BISA BERMESRAAN. TAPI PLURALIS DAN ANTI PLURALIS TAK BISA BERTEMU (AHMAD WAHIB)

Minggu, 29 November 2015

Mengenang Lagu Bongkar (Iwan Fals) Versi Original



Pada tahun 1990 sahabat baik saya asal Jawa Timur yang kuliah di Jogjakarta, yang namanya tidak perlu saya sebutkan, memberikan kaset yang berisi  lagu Bongkar yang dinyanyikan oleh Iwan Fals feat Swami. Meskipun kaset ini berdurasi C-60 tapi kaset ini hanya memuat satu lagu saja.




Waktu kaset itu diberikan kepada saya, album kaset Swami sudah dirilis dan dilempar ke pasaran, dan kebetulan saya sudah membelinya. Ketika saya menerima kaset tersebut, saya bertanya: ”Apa perbedaannya Bongkar dalam kaset ini dengan Bongkar yang ada dalam album kaset Swami?” Dia menjawab,”Ini lagu Bongkar yang asli sebelum dirilis menjadi album kaset Swami, sementara Bongkar yang dijual di pasaran adalah Bongkar yang sudah direvisi”. Begitu penjelasannya kepadaku.

Sesaat ketika saya mendengarkan pada awal lagu Bongkar versi original yang terlintas dalam benak saya betapa lagu ini sama dengan lagu Bongkar yang ada dalam album kaset Swami. Tapi ketika sampai kepada nada reffrain-nya barulah saya merasakan ada yang asing di telinga saya. Inilah syair lagu Bongkar pada nada reffrain versi original:


way jepara, kedung ombo dan kaca piring
banyak lagi teramat banyak
untuk disebutkan
oi hentikan
hentikan jangan diteruskan
kami sudah muak
dengan senjata
dengan kekerasan

Saya punya keyakinan jika misal album Swami yang dimunculkan adalah Bongkar versi original, maka sudah dapat dipastikan album kaset Swami pasti akan mengalami pembredelan. Maklumlah ketika dirilisnya album Swami, kondisi sistem politik Negara berada dalam sistem kekuasaan Orde Baru yang serba otoriter dan anti demokrasi. Way Jepara, Kedung Ombo dan Kaca Piring adalah nama-nama daerah di Indonesia yang tertimpa penindasan kepada rakyatnya hanya demi menuruti kemauan pembangunan.

Way Jepara adalah nama daerah di Propinsi Lampung di mana para petani kehilangan tanah pertanian akibat pembebasan tanah. Lantas para petani melakukan perlawanan atas penggusuran ini. Perlawanaan para petani justru dibalas oleh pihak militer dengan serangkaian kekerasan hingga pembunuhan. Sedangkan Kedung Ombo adalah nama daerah di Jawa Tengah, di mana Kedung Ombo yang sudah ratusan tahun menjadi desa pemukiman rakyat, bahkan ada gedung sekolah, masjid dan sebagainya terpaksa ditenggelamkan oleh pemerintah hanya untuk menuruti pembangunan bendungan raksasa. Terakhir nama Kaca Piring adalah nama daerah di Jawa Barat, di mana lagi-lagi para petani kehilangan lahan pertaniannya akibat pembebasan tanah. Protes dari para petani justru dibalas oleh pihak militer sebagai pemegang kendali keamanan dengan serangkaian kekerasan hingga pembunuhan.

Sejak tahun 1993, seorang sahabat baik saya asal Sulawesi yang kuliah di Jogjakarta, yang namanya tidak perlu saya sebutkan, meminjam kaset tersebut kepada saya. Ngomongnya sih minjam cuma dua hari tapi lantas dia raib entah kemana. Saya sudah pesimis dan pasrah dengan keberadaan kaset tersebut. Tapi pada tahun 2010 keberadaannya kupertemukan kembali lewat media sosial Facebook milik Marx Zuckerberg. Ketika saya tanyakan keberadaan kaset yang pernah dipinjamnya itu, dia menjawab kalau kaset itu masih disimpannya. Tak lama kemudian kaset itu dikirimkan balik ke saya melalui jasa paket pos swasta.

Sudah 25 tahun usia Bongkar melegenda melekat di setiap telinga pendengar anak bangsa Indonesia. Tapi ternyata selama 25 tahun khayalak hanya mengetahui suguhan Bongkar dalam versi yang sudah direvisi, bukan Bongkar dalam versi original. Bahkan Iwan Fals saja ketika manggung selama 25 tahun selalu hanya menyanyikan Bongkar dalam versi yang sudah direvisi. Ketika kita browsing atau mencoba search ke Google sekalipun yang acap disebut sebagai mbah Google yang serba maha tahu untuk melacak lagu Bongkar versi original, hasilnya hanya sia-sia sebab tidak satupun dari sekian banyak Fals Mania yang berbendera Orang Indonesia (OI) yang membahas dan mengunggah lagu Bongkar versi original ke dunia maya.

Oleh karena itu dalam kesempatan ini saya ingin berbagi lagu Bongkar versi original kepada siapa saja tanpa terkecuali yang kebetulan mampir ke blog saya. Saya yakin mungkin anda baru mendengar lagu Bongkar versi original yang sebelumnya hanya mendengar Bongkar dalam versi yang sudah direvisi. Sebagai notabene, jika setelah saya memposting lagu Bongkar versi original lantas di kemudian nanti anda menemukan lagu Bongkar versi original yang telah tersebar di berbagai website maka berarti ada pihak-pihak yang diam-diam mengunggahnya dari postingan saya ini, kecuali telah mencantumkan atau seijin dari saya.

Salam,

Joe Hoo Gi
 
 
Print Friendly and PDF

Artikel Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *