Bagi kita, Teis dan Ateis bisa berkumpul, Muslim dan Kristiani bisa bercanda, Artis dan Atlit bisa bergurau, Kafirin dan Muttaqien bisa bermesraan. Tapi Pluralis dan Anti Pluralis tak bisa bertemu (Ahmad Wahib)

Senin, 09 November 2015

Indonesia Di Bawah Sepatu Lars Orde Baru


Indonesia Di Bawah Sepatu Lars adalah judul Nota Pembelaan (Pleidoi) Oleh Sukmadji Indro Tjahjono (Ketua Dewan Mahasiswa ITB 1977-1978) di Depan Pengadilan Mahasiswa Bandung, Agustus-September 1979.Diterbitkan pertamakali oleh Komite Pembelaan Mahasiswa Dewan Mahasiswa Institut Tekhnologi Bandung 1979.


Perjuangan aksi mahasiswa Indonesia melawan sistem otoriter rezim militer Soeharto sudah acap digelar secara sebelum terjadinya puncak kesatuan aksi gelombang perlawanan mahasiswa pada gerakan pro reformasi pada bulan Mei 1998.

Pada aksi mahasiswa yang berlangsung di kampus ITB yang menolak pencalonan Soeharto sebagai Presiden dalam peringatan 12 tahun Trisula 10 Januari 1978, yang sebelumnya juga telah digelar aksi perlawanan yang sama di berbagai kampus di Indonesia, justru dibalas oleh rezim militer Soeharto dengan melalui agresi militer untuk meredam agar aksi tidak semakin meluas. Tuntuan aksi mahasiswa pada waktu itu dibalas dengan penangkapan, intimidasi, teror dan penahanan. 


Banyak kampus di Indonesia yang diduga dijadikan basis perlawanan mahasiwa kepada sistem otoriter rezim militer Soeharto telah diserbu dan diduduki tentara. Tidak sedikit para aktivis mahasiswa diseret ke pengadilan dan dipenjarakan sebagai tahanan politik, antara lain Rizal Ramli (yang sekarang menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman), Al Hilal Hamdi (mantan menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi), Heri Akhmadi (mantan anggota DPR 1999-2009 dari PDIP), Sukmadji Indro Tjahjono dan masih banyak yang lain. Bahkan dosen yang kritis pun turut pula diciduk dan diadili seperti yang dialami Wimar Witoelar yang menurut rezim militer dianggap telah memprovokasi semangat perlawanan mahasiswa. Agresi militer ini terjadi ketika keamanan dikendalikan di bawah komando Mayjen Himawan Soetanto sebagai Panglima Kodam Siliwangi.

Indonesia Di Bawah Sepatu Laras merupakan buku poleidoi yang ditulis Sukmadji Indro Tjahjono sebagai nota pembelaan untuk disampaikan di depan Pengadilan Mahasiswa Bandung pada Agustus-September 1979. Sukhmadji Indro Tjahjo diadili atas dakwaan penghinaan terhadap Presiden Soeharto yang waktu itu dianggap telah melanggar pasal-pasal karet (haarzaai artikelen) di KUHP.

Buku ini ditulis untuk mengkritisi rezim Orde baru di bawah Presiden Soeharto dengan konsep azimat 'Dwi Fungsi ABRI' -nya telah menempatkan pemerintahan negara di segala bidang poleksosbudhankam (politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan) berada di bawah dominasi kendali militer.

Pleidoi Indonesia Di Bawah Sepatu Laras, akhirnya dipublikasikan atau diterbitkan oleh Komite Pembelaan Mahasiswa Dewan Mahaiswa ITB pada tahun 1979. Tapi tidak lama kemudian buku ini oleh Keputusan Kejaksaan Agung ditetapkan sebagai buku yang dilarang peredarannya karena dianggap mengganggu ketertiban umum yang notabene dianggap mengusik stabilitas status quo. Kepada kawan-kawan Blogger yang menginginkan buku Pleidoi Indonesia Di Bawah Sepatu Lars dapat mengunduhnya di sini.


Salam,
Joe Hoo Gi 




Print Friendly and PDF

Artikel Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *