Bagi kita, Teis dan Ateis bisa berkumpul, Muslim dan Kristiani bisa bercanda, Artis dan Atlit bisa bergurau, Kafirin dan Muttaqien bisa bermesraan. Tapi Pluralis dan Anti Pluralis tak bisa bertemu (Ahmad Wahib)

Jumat, 22 Januari 2016

Perbedaan Keyakinan Menjadi Tertindas Di Negeri Sendiri



semakin bingung saja negeri ini
pejabat bingung rakyat pun bingung
pembakaran hutan di sana-sini
kekayaan sumber daya alam tambang emas
terkuras habis di bumi papua
tak ada kelanjutan negara mempersoalkan
rakyat pun tidak serta-merta mendampratnya






tapi ketika fenomenal perbedaan keyakinan muncul
mendadak rakyat serta-merta mendampratnya  
tapi negara melakukan pembiaran
ketika rakyat diprovokasi 

oleh sekelompok yang membawa nama
kekuatan tirani mayoritas  
untuk membabat habis pemukiman mereka
mereka pun dilarang mengolah lahan perkebunan
hanya karena perbedaan warna keyakinan 
sementara negara melalui
aparat polisi dan tentara
hanya dapat mengevakuasi para korban
untuk mengalah dan pasrah


semakin bingung saja negeri ini
hak-hak berkeyakinan terus saja dipersoalkan
dituduh sesat dan kafir
padahal yang dituduh sesat dan kafir
tidak pernah mengusik keyakinan orang lain
padahal yang dituduh sesat dan kafir
tidak pernah berjuang melalui jalan kekerasan
padahal yang dituduh sesat dan kafir  
tidak pernah mengusik kedaulatan negara  
lantas mengapa mereka harus diusir?


wow ironi
jika perbedaan dalam keragaman berkeyakinan
menjadi tertindas di negeri sendiri



Salam,
Joe Hoo Gi 



Print Friendly and PDF

Artikel Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *