BAGI KITA, TEIS DAN ATEIS BISA BERKUMPUL, MUSLIM DAN KRISTIANI BISA BERCANDA, ARTIS DAN ATLIT BISA BERGURAU, KAFIRIN DAN MUTTAQIN BISA BERMESRAAN. TAPI PLURALIS DAN ANTI PLURALIS TAK BISA BERTEMU (AHMAD WAHIB)

Rabu, 06 Januari 2016

Komik Sebagai Media Kampanye Partai Politik Tahun 1955


Masyarakat yang tidak berpendidikan, masyarakat yang tidak mengenal bangku sekolahan, masyarakat yang hanya mengenyam pendidikan sampai sekolah dasar dan masyarakat yang buta huruf adalah kondisi real masyarakat Indonesia di tahun 1955, ketika Indonesia Merdeka masih berumur sepuluh tahun.

Kondisi negara dan bangsa saat itu masih sangat-sangat terbatas dan dijauhkan dari sarana media elektronik seperti televisi dan radio. Kepemilikan pesawat televisi dan radio masih merupakan barang yang sangat langka. Kebodohan dan kemiskinan adalah kondisi real masyarakat Indonesia di tahun 1955.

Kondisi serba penuh keterbatasan inilah yang menjadi penyebab utama betapa kesadaran pentingnya Pemilihan Umum pun belum dapat dimengerti oleh masyarakat. Media surat kabar pun tidak dapat memberikan solusi akibat masyarakat yang masih buta huruf. Lantas dengan cara bagaimanakah agar proses Pemilu dapat berjalan sesuai target maksimal dari Negara Demokrasi? Ternyata hanya Partai Komunis Indonesia (PKI) lah satu-satunya yang dapat menjawab 'kesulitan' ini.

Melalui media bernama komik yang dibagikan secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia lah, PKI mencoba membangkitkan kesadaran masyarakat tentang betapa pentingnya Pemilihan Umum. Tidak hanya itu saja, melalui media komik inilah, PKI mengurai penjelasan secara detail tentang tata cara Pemilihan Umum yang tepat dan akurat. 

Mengapa harus melalui media komik? Sebab hanya melalui media komik lah satu-satunya yang dapat begitu mudah untuk dicerna bahkan oleh masyarakat yang buta huruf sekalipun.

Melalui blog ini, saya akan bermaksud membagikan catatan sejarah perjuangan bangsa perihal dari perjuangan partai politik dalam membangkitkan kesadaran masyarakat melalui media komik tentang betapa pentingnya proses Demokrasi melalui Pemilihan Umum.




Salam,
Joe Hoo Gi 






Print Friendly and PDF

Artikel Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *