BAGI KITA, TEIS DAN ATEIS BISA BERKUMPUL, MUSLIM DAN KRISTIANI BISA BERCANDA, ARTIS DAN ATLIT BISA BERGURAU, KAFIRIN DAN MUTTAQIN BISA BERMESRAAN. TAPI PLURALIS DAN ANTI PLURALIS TAK BISA BERTEMU (AHMAD WAHIB)

Sabtu, 05 Maret 2016

Asuransi Jiwa USD 5 Juta Untuk Wayan Mirna Salihin


Meskipun polisi sudah menetapkan Jessica Kumala Wongso kurang lebih 35 hari sebagai tersangka dibalik terbunuhnya Wayan Mirna Salihin tapi sejak awal saya sudah tidak yakin kalau Jessica Kumala Wongso adalah tersangka di balik terbunuhnya Wayan Mirna Salihin. Untuk mengingatkan kembali baca ke dua tulisan saya berjudul Saya Tidak Yakin Jessica Pembunuh Mirna dan Arogansi Polisi Terhadap Tersangka (Studi Kasus Jessica Kumala Wongso).


Maksud dari motif pembunuhannya sampai sekarang masih misteri belum bisa terkuak secara jelas. Barang bukti kopi sianida memang telah terungkap, tapi bukti siapa pihak yang menaruh sianida ke dalam minuman kopi yang diminum Wayan Mirna Salihin sampai sekarang masih misteri. Polisi yang sesumbar di media pers telah mengantongi bukti-bukti pun ternyata sampai dua kali berkas perkaranya ditolak oleh pihak Kejaksaan. Beberapa kali observasi test kejiwaan oleh psikolog dan psikiater terhadap kejiwaan Jessica pun dilakukan, kenyataannya hasil test kejiwaan Jessica menunjukkan jiwa yang sehat, tidak ada kelainan pada jiwanya. Konklusinya sekali lagi, sebelum dan sesudah Jessica ditetapkan sebagai tersangka, saya tidak pernah percaya kalau Jessica tersangka dibalik terbunuhnya Wayan Mirna Salihin.

Setiap waktu saya selalu melakukan up date berita perihal kasus tersangka yang menimpa Jessica Kumala Wongso. Ketika saya mengikuti tayangan up date berita melalui televisi dan surat kabar, maka yang terbesit dalam benak saya tiada lain: "Sampai kapan Khrisna Murti mau melakukan methode penyidikan smart model Conan dalam mengungkap misteri terbunuhnya Wayan Mirna Salihin?" Jika kita pernah mengikuti serial fiksi komik Conan, maka modus operandi yang mirip kasus misteri terbunuhnya Wayan Mirna Salihin pernah diungkap. Penjahat yang smart dalam melakukan modus operandi pembunuhan pasti berharap tindak kejahatannya tidak akan pernah bisa terungkap Pelaku biasanya berharap agar "pelaku yang bukan sebenarnya" dapat dijadikan kambing hitam oleh hukum untuk ditangkap, diadili hingga harus mendekam di lapas sebagai terpidana. Sementara pelaku sebenarnya tetap berada dibalik layar hingga sampai pada waktu yang akan berbicara kapan kebenaran akan berpihak kepada hukum untuk menghukum pelaku yang sebenarnya, bukan pelaku kambing hitam.

Masih mengikuti jejak alur pikir Conan betapa penjahat yang smart dalam melakukan tindak pembunuhan pasti sudah memiliki persiapan rencana yang sangat matang dan rapi, artinya memang dipersiapkan harus ada target yang ditumbalkan sebagai kambing hitam seolah-olah memang ada pelaku yang melakukan pembunuhan. Sementara sang pelaku sebenarnya berada di balik layar tertutup oleh dinding yang sangat tebal dan tidak akan bocor oleh jangkauan opini publik dan intuisi aparat penegak hukum. Logikanya kalau ada target yang dijadikan sasaran kambing hitam, maka kasus pembunuhan akan selesai dan tidak akan terusut kembali sebab sang pelaku sudah ditangkap, diadili dan dipidanakan. Modus operandi model smart inilah yang diikuti oleh alur berpikir Conan dalam mengungkap misteri pembunuhan oleh pelaku yang sebenarnya, bukan pelaku kambing hitam.

Up date terbaru pada kasus terbunuhnya Wayan Mirna Salihin (klik disini untuk membaca sumber beritanya) telah memberikan kabar terang bagi penyidikan POLRI bahwa ternyata dengan meninggal dunianya Wayan Mirna Salihin, pihak Asuransi Jiwa di luar negeri telah memberikan asuransi jiwa sebesar USD 5 juta kepada Wayan Mirna Salihin melalui ahli warisnya. Bila USD 1 = Rp.13.000,- Maka USD 5.000.000 = Rp.65.000.000.000,- (Enam puluh lima miliar rupiah). Ini artinya nyawa anak manusia bernama Wayan Mirna Salihin diasuransikan jiwa seharga USD 5 juta. Padahal asuransi jiwa sebesar USD 5 juta dapat dibayarkan bilamana Wayan Mirna Salihin meninggal dunia. Sekarang publik sudah mengetahui bahwa Wayan Mirna Salihin telah meninggal dunia, maka pertanyaannya siapa pihak yang berhak menerima asuransi jiwa USD 5 juta ? Jawabnya tiada lain adalah pihak ahli waris Wayan Mirna Salihin. Pertanyaannya kemudian siapa pihak ahli waris Wayan Mirna Salihin? Jawaban yang pasti tentunya bukan Jessica Kumala Wongso sebagai ahli warisnya sebab Jessica Kumala wongso bukan bagian dari keluarga Wayan Mirna Salihin. Untuk menunggu jawaban kepastiannya, saya hanya bisa menunggu kesigapan smart dari pihak Kabareskrim Polda Metro Jaya untuk mengungkap siapa ahli waris Wayan Mirna Salihin. Wallahu a'lam Bish-shawabi.
 

Salam,
Print Friendly and PDF

Artikel Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *