Bagi kita, Teis dan Ateis bisa berkumpul, Muslim dan Kristiani bisa bercanda, Artis dan Atlit bisa bergurau, Kafirin dan Muttaqien bisa bermesraan. Tapi Pluralis dan Anti Pluralis tak bisa bertemu (Ahmad Wahib)

Senin, 15 Agustus 2016

Dirgahayu Indonesia Di Usia Kegaduhan 71 Tahun



Para elite di negeri ini
paling demen dengan kegaduhan 
apa saja telah dipergaduhkan 
kalau tidak gaduh katanya tidak asyik.



Apa yang digaduhkan pada Archandra Tahar?
apa karena kegaduhan fatal beliau 
punya dua kewarganegaraan? 
Jika begitu mengapa yang dipergaduhkan 
hanya Arcandra Tahar? 

Tengok kanan-kirimu
tak sedikit dari para anak bangsa sendiri
juga punya dua kewarganegaraan
lantas mengapa tidak dipergaduhkan? 

Saya juga banyak teman
mereka juga anak bangsa sendiri 
tapi mereka tinggal di luar Indonesia 
kadangkala mereka pulang ke Indonesia 
rindu pada tanah air sendiri 
padahal mereka punya kewarganegaraan lain 
tapi mengapa tidak terjadi kegaduhan?

Apa karena Archandra Tahar 
menjabat sebagai menteri? 
sementara Prabowo Subianto dan BJ Habibie 
boleh punya dua kewarganegaraan 
oleh karena beliau bukan menteri? 

Kini Presiden ambil tindakan
sebab Presiden tak mau ada kegaduhan 
Archandra Tahar diresufle dengan hormat 
tapi lagi-lagi kegaduhan tetap terjadi 
kebijakan resufle Presiden dicaci-maki  
akibat terlanjur ceroboh menentukan Hak Prerogratif

Jika kegaduhan menjadi pilihan jalan keluar
Presiden pasti garuk-garuk kepala
bingung menghadapi cara berpikir para elitenya 
Archandra Tahar jadi menteri dipergaduhkan 
Archandra Tahar diresufle pun tetap dipergaduhkan 
alamak para elite ini maunya apa ya? 

Sudahlah Bapak Presiden Yang Mulia 
biarlah kegaduhan itu terjadi 
suka tak suka memang harus terjadi 
jika tak suka dengarkan saja orkes iramanya 
jika terlalu keras tutup kuping saja 
anjing menggonggong kafilah berlalu.

Sudahlah Bapak Presiden Yang Mulia
selama kegaduhan hanya sebatas di mulut saja
selama kegaduhan tidak berakhir pada huru-hara
selama kegaduhan tidak sampai angkat senjata
anggap saja sebagai kemerdekaan berpendapat
yang dijamin undang-undang di negeri demokrasi. 

Sebab ini bangsa besar multikultural 
ibarat samodra yang bergelombang 
memukul dan mengebu-gebu 
bukan sawah yang adem tentrem 
kadyo siniram wayu sewindu lawase. 

Dirgahayu Indonesia 
di usia kegaduhan 71 tahun.


Salam,
Joe Hoo Gi


Print Friendly and PDF

Artikel Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *