BAGI KITA, TEIS DAN ATEIS BISA BERKUMPUL, MUSLIM DAN KRISTIANI BISA BERCANDA, ARTIS DAN ATLIT BISA BERGURAU, KAFIRIN DAN MUTTAQIN BISA BERMESRAAN. TAPI PLURALIS DAN ANTI PLURALIS TAK BISA BERTEMU (AHMAD WAHIB)

Senin, 17 Oktober 2016

Dari Soe Hok Gie Sampai Ahok


Tak terasa
sudah empat puluh tujuh tahun
usia pusara kepulanganmu kepadaNya
tapi cita-citamu sampai kini
masih menjadi wacana tak berbalas
mimpi buruk tak berbatas
harapan kosong tak berbelas.


Dominasi mayoritas
di tengah kemajemukan bangsamu
masih menjadi tirani primordial
betapa hidup dalam multi minoritas
adalah kenyataan untuk mudah ditindas
adalah ketakutan dan kecemasan
Indonesia tempo doeloe dan masa kini. 

Andai takdir masih berpihak ke nafasmu 
masihkah kau lantangkan meriam tinta penamu
di tengah kokohnya beton tirani rasial
sementara peradaban diskriminasi 
sudah berurat berakar berabad-abad 
membentuk pola hidup kebencian
dalam stereotip kebangsaan? 

Betapa kemuliaan idealisme perjuanganmu 
selalu berakhir di ujung gelisah tanpa jawab
tapi sosok kesendirianmu bukan pertama
sebagaimana Martin Luther King JR
juga tidak kuasa mewujudkan cita-citanya
mengolah harapan Amerika multi etnik
menjadi kenyataan?


Salam,


Joe Hoo Gi

Print Friendly and PDF

Artikel Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *