Bagi kita, Teis dan Ateis bisa berkumpul, Muslim dan Kristiani bisa bercanda, Artis dan Atlit bisa bergurau, Kafirin dan Muttaqien bisa bermesraan. Tapi Pluralis dan Anti Pluralis tak bisa bertemu (Ahmad Wahib)

Jumat, 28 Oktober 2016

Siapa Lagi Kambing Hitam Setelah Jessica?



Sang dalang terus saja tertawa
bersayonara di arena sidang terhormat
skenario massif yang berhasil 
konspirasi kondusif yang terampil
tanpa barang bukti dan saksi
terdakwa si kambing hitam betina 
telah diganjar vonis palu hakim 
menjadi terpidana 
duapuluh tahun penjara.



Sang dalang terus saja tertawa 

bersayonara di arena sidang terhormat 
pulang ke rumah panggil sejawat dan rekan 
potong nasi tumpeng tanda kemenangan 
meski tanpa barang bukti dan saksi 
hanya berdasarkan rekayasa dan sandiwara
terdakwa si kambing hitam betina 
bisa menjadi terpidana 
duapuluh tahun penjara.

Sang dalang terus saja tertawa 
bersayonara di arena sidang terhormat 
bagaimana bisa terdakwa si kambing hitam betina 
dijerat di kursi pesakitan tanpa kepastian 
dari mulai saksi hingga tersangka 
dari terdakwa sampai terpidana 
hanya berdasarkan asumsi dan prasangka
sementara barang bukti dan saksi tidak ada? 

Sang dalang terus saja tertawa 
bersayonara di arena sidang terhormat 
setelah Sengkon dan Karta 
setelah Muhammad Sirajudin alias Pak Dhe 
setelah Antasari Azhar 
setelah Jessica Kumala Wongso 
siapa lagi?

Salam,

Joe Hoo Gi

http://www.kompasiana.com/joehoogi/siapa-lagi-kambing-hitam-setelah-jessica_584c7c23509373da53653de8


Print Friendly and PDF

Artikel Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *