BAGI KITA, TEIS DAN ATEIS BISA BERKUMPUL, MUSLIM DAN KRISTIANI BISA BERCANDA, ARTIS DAN ATLIT BISA BERGURAU, KAFIRIN DAN MUTTAQIN BISA BERMESRAAN. TAPI PLURALIS DAN ANTI PLURALIS TAK BISA BERTEMU (AHMAD WAHIB)

Kamis, 17 November 2016

Dari Bom Bali, JW Marriott Sampai Samarinda


Konon dulu komunis
yang dijadikan kambing hitam 
di setiap kekerasan demi kekerasan
konon dulu komunis 
yang dijadikan biang kerok 
di setiap kehancuran kemanusiaan.


           
Setelah komunis dibinasakan 
dari arena pergaulan hidup anak bangsa 
kenyataan yang terjadi sampai hari ini 
kekerasan demi kekerasan 
tetap saja menjadi trend topik 
Indonesia masa kini.

Betapa wajah Agama telah kehilangan 
dimensi Rahmatan lil'alamin
betapa wajah Agama telah dijadikan 
basis teror sebagai ajang merajut solusi 
jalan keluar perbedaan dan keragaman.

Secarik puisi ini adalah doa harapan 
betapa masa depan telah melahirkan
airmata kesaksian tanpa pengharapan 
dari bom Bali, JW Marriott sampai Samarinda 
peradaban kemanusiaan telah ditumbalkan 
atas nama amuk agama tanpa berkesudahan.

ya Allah, ya Rabbi 
semoga lekas bangunkan hamba 
agar segera dapat terjaga 
dari mimpi-mimpi buruk ini.


Salam,
Joe Hoo Gi


Print Friendly and PDF

Artikel Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *