BAGI KITA, TEIS DAN ATEIS BISA BERKUMPUL, MUSLIM DAN KRISTIANI BISA BERCANDA, ARTIS DAN ATLIT BISA BERGURAU, KAFIRIN DAN MUTTAQIN BISA BERMESRAAN. TAPI PLURALIS DAN ANTI PLURALIS TAK BISA BERTEMU (AHMAD WAHIB)

Selasa, 15 November 2016

Selamat Jalan, Bung Sarlito Wirawan Sarwono



Innalillahi Wa Innaillaihi Rojiun
selamat jalan 
Bung Sarlito Wirawan Sarwono 
Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia 
betapa tidak sedikit esai dan bukumu 
acap menjadi bacaanku sehari-hari.


Oh iya di era Indonesia masih Orde Baru 
ketika aku masih menjadi mahasiswa 
esai-esaimu selalu hadir mengisi 
di setiap harian pagi 
sehingga hampir saban hari 
aku meluangkan waktu 
 untuk mengklipingnya. 

Oh iya masih kuingat esaimu 

perihal polemikmu kepada Mochtar Lubis 
perihal Manusia Indonesia
betapa Indonesia yang multi etnik 
tampaknya sulit ditentukan 
sosok etnis karakteristiknya.  

Oh iya masih kuingat esaimu:

Diskriminasi 
merupakan sumbangan pemikiranmu 
di tengah pergaulan masyarakat Indonesia 
betapa Indonesia yang multi etnis 
masih saja terseret oleh perlakuan rasial 
hanya karena sebuah perbedaan. 

Oh iya masih kuingat esaimu :
yang kamu kirimkan 
sehari sebelum aksi Bela Islam 411
(mungkin) merupakan esai terakhirmu. 

Sekali lagi, selamat jalan 

Bung Sarlito Wirawan Sarwono



Salam,
Joe Hoo Gi


Print Friendly and PDF

Artikel Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *