Bagi kita, Teis dan Ateis bisa berkumpul, Muslim dan Kristiani bisa bercanda, Artis dan Atlit bisa bergurau, Kafirin dan Muttaqien bisa bermesraan. Tapi Pluralis dan Anti Pluralis tak bisa bertemu (Ahmad Wahib)

Kamis, 01 Juni 2017

Inilah Keluarga Dari Kawanku

Inilah keluarga dari kawanku 
ayahnya peranakan Tionghoa dan Jawa 
ibunya peranakan pribumi Dayak 
kakek dari ayahnya peranakan Jawa dan Batak 
kakek dari ibunya peranakan Dayak dan Tionghoa 
nenek dari ayahnya peranakan Tionghoa dan Minahasa 
nenek dari ibunya peranakan Banjar dan Dayak.


Inilah keluarga dari kawanku 
ayahnya beragama Protestan 
ibunya beragama Katholik 
kakek dari ayahnya beragama Islam 
kakek dari ibunya beragama Kong Hu Chu 
nenek dari ayahnya beragama Buddha 
nenek dari ibunya beragama Islam. 

Inilah keluarga dari kawanku
ayahnya lahir di Sumatera Selatan
tapi dibesarkan di tanah Sunda jawa Barat
sekarang dimakamkan di Pati jawa Tengah
ibunya lahir di Balikpapan Kalimantan Timur
tapi dibesarkan di Banjarmasin Kalimantan Selatan
sekarang tinggal di Surabaya Jawa Timur. 

Inilah keluarga dari kawanku 
meski adik kandungnya beragama Buddha
dan kakak kandungnya beragama Katholik
tapi dia sendiri beragama Islam
sudah punya istri peranakan Papua dan Melayu
sudah dikaruniai dua orang anak
sekarang tinggal di Jogjakarta.

Inilah keluarga dari kawanku 
tidak pernah bisa untuk meminta 
kepada sang Maha Pencipta kehidupan
mengapa keluarganya terlahir 
sebagai keluarga yang multikultural 
kecuali hanya menerima Takdir 
sebagai orang Indonesia.




Salam,

Joe Hoo Gi


 Print Friendly and PDF

Artikel Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *