BAGI KITA, TEIS DAN ATEIS BISA BERKUMPUL, MUSLIM DAN KRISTIANI BISA BERCANDA, ARTIS DAN ATLIT BISA BERGURAU, KAFIRIN DAN MUTTAQIN BISA BERMESRAAN. TAPI PLURALIS DAN ANTI PLURALIS TAK BISA BERTEMU (AHMAD WAHIB)

Kamis, 01 Juni 2017

Jika Kebangsaan Harus Dirajut


Jika kesendirianmu terbalut oleh kesunyian 
maka doa adalah jalan keluarmu 
bertanya Indonesia masa kini 
menjawab Indonesia masa depan 
adalah beban teramat berat kamu pikul.



Jika provokasi dijadikan narasumber 
maka perbedaan bukan lagi kebersamaan 
semua ingin tampil mau benar sendiri 
sementara wajah tuhan dibikin tergalak 
mirip sang gladiator yang tidak berbelas kasih.

Jika kebangsaan harus dirajut 
di tengah hiruk-pikuk tajamnya perbedaan 
maka keseragaman bukanlah jalan keluar 
sebab para elite politik saling berambisi 
agar negara takut kepada anarki. 

Salam,

Joe Hoo Gi


 Print Friendly and PDF

Artikel Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *