Bagi kita, Teis dan Ateis bisa berkumpul, Muslim dan Kristiani bisa bercanda, Artis dan Atlit bisa bergurau, Kafirin dan Muttaqien bisa bermesraan. Tapi Pluralis dan Anti Pluralis tak bisa bertemu (Ahmad Wahib)

Jumat, 19 Agustus 2016

Tinjauan Kritis Mama Minta Pulsa (Part 2)

Setelah membaca postingan tulisan saya sebelumnya yang berjudul Tinjauan Kritis Mama Minta Pulsa (Part 1), maka sekarang saya akan membagikan tips tentang bagaimana cara methode untuk merentas modus kejahatan penipuan berkedok Mama Minta Pulsa? Modus kejahatan penipuan berkedok Mama Minta Pulsa yang saya maksud di sini mengandung substansi pengertian yang lebih luas yaitu segala modus kejahatan penipuan yang menggunakan media SMS untuk memperdayai para korban untuk mengirimkan sejumlah uang ke pihak pelaku. 


Selama ini modus kejahatan penipuan melalui SMS yang dikirimkan secara spekulasi acak kepada para calon korban dapat mudah dideteksi dengan mengenal ciri-cirinya. Pengirim SMS Berhadiah dengan modus kejahatan penipuan pasti menggunakan nomor sellular umum seperti Telkomsel, Indosat, XL dan sebagainya. Jika SMS resmi dari penyelenggara berhadiah pasti tidak memakai nomor sellular umum, melainkan memakai nama penyelenggara yang menyewa sender premium. Misal jika pihak penyelenggara berhadiah dari Bank BRI, maka SMS akan menggunakan nama Bank BRI bukan nomor sellular.

Kenalilah link website yang dipakai pihak penyelenggara. Pihak penyelenggara berhadiah resmi akan menggunakan link website dengan domain berbayar, misal .com, co.id dan sebagainya Sebaliknya pihak penyelenggara berhadiah dengan modus kejahatan penipuan pasti menggunakan link website dengan subdomain gratisan, misal blogspot.com, wix.com, jimdo.com, webs.com, wordpress.com dan sebagainya.

Jika kebetulan anda pernah atau sering mendapatkan SMS yang bermodus penipuan yang nyasar ke handphone anda dengan nomor sellular umum, bukan nama penyelenggara sender premium, maka anda dapat langsung merentas dengan cara melaporkan kepada pihak provider sellular. melalui layanan gratis. Setiap pengaduan via SMS akan segera ditindaklanjuti oleh perusahaan provider sellular, dengan notabene jika sudah ada pengaduan yang sama lebih dari dua SMS dari nomer sellular yang berbeda, maka secara otomatis nomer sellular yang dipakai pihak pelaku akan diblokir secara permanen oleh pihak provider sellular.

Jika anda memakai nomor sellular Telkomsel (Simpati, Kartu Halo dan As), maka kirimkan SMS pengaduan ke 1166 dengan format penulisan: Penipuan#Nomor Sellular Penipu#tulis kembali SMS yang anda anggap sebagai tindak penipuan. Misal: Penipuan#08123456789#Selamat anda mendapatkan hadiah Mobil Avanza, Segera Hubungi 02123456789. 

Jika anda memakai nomor sellular XL, maka kirimkan SMS pengaduan ke 5883 dengan format penulisan: Lapor#Nomor Sellular Penipu#tulis kembali SMS yang anda anggap sebagai tindak penipuan.  

Jika anda memakai nomor sellular Indosat (IM3 dan Mentari), maka kirimkan SMS pengaduan ke 726 dengan format penulisan: SMS(spasi)Nomor Sellular Penipu(spasi)tulis kembali SMS yang anda anggap sebagai tindak penipuan.

Tapi bilamana anda sudah terlanjur melakukan transfer uang ke nomor rekening bank milik pihak pelaku, maka segera kirim pengaduan ke email cybercrime@polri.go.id atau ncb-jakarta@interpol.go.id. Anda sebagai korban cukup menguraikan kronologis dari mulai awal menerima SMS penipuan hingga sampai anda terperdaya melakukan transfer uang ke nomor rekening bank milik pelaku. Tentunya anda wajib menyertakan bukti pengiriman uang. Pihak POLRI akan segera menindaklanjuti dengan cara memblokir dan melacak keberadaan pemilik nomor rekening bank.

Tapi secara empirik biasanya polisi sulit melakukan pelacakan keberadaan pemilik nomor rekening dari pihak pelaku sebab nama dan alamat dari pemilik nomer rekening bank ternyata fiktif. Apalagi nama pelaku berbeda dengan nama pemilik nomer rekening. Perihal rekening aspal alias bodong adalah kesalahan dari pihak bank sendiri yang begitu mudahnya memberikan paket rekening bodong cukup dengan membayar Rp.1300.000,- sudah mendapatkan Buku Rekening, ATM Card, M-Banking dan E-Banking.

Kalau sudah begini tentunya anda merelakan kerugian dari uang yang sudah terlanjur anda transfer ke pihak pelaku. Dengan memperhatikan intisari dari tulisan saya ini, maka setidaknya jadikan pengalaman kerugian anda sebagai pengalaman terakhir anda, artinya anda berupaya untuk tidak terperdaya keduakalinya sebab anda sudah melakukan pembelajaran kewaspadaan dengan mendeteksi ciri modus kejahatan penipuan pelaku dan kiat untuk merentasnya.


Salam,
Print Friendly and PDF

Artikel Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *